#1

Penting Tapi Dilupakan: 7 Fakta Kesehatan Mental di Tempat Kerja
Lifestyle | 22 Jul 2025 07:32 WIB
Edu/Tech | 04 Aug 2025 - 07:27
Penulis: MRA
FYPmedia - Kipas angin masih menjadi salah satu alat pendingin ruangan paling populer di Indonesia. Selain hemat energi dibandingkan AC, kipas angin juga mudah dijangkau secara harga dan praktis digunakan. Namun, tahukah Anda bahwa terlalu lama menggunakan kipas angin, apalagi secara langsung, bisa berdampak buruk bagi kesehatan?
Meski terasa nyaman dan menyejukkan, kebiasaan tidur atau duduk berlama-lama di depan kipas angin ternyata bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Yuk, kenali bahaya menggunakan kipas angin terlalu lama berikut ini!
Paparan angin secara terus-menerus pada tubuh bisa membuat otot menjadi tegang dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini sering dikenal masyarakat sebagai "masuk angin". Gejalanya bisa berupa perut kembung, mual, pegal linu, hingga meriang. Tidur di depan kipas angin semalaman juga dapat menyebabkan tubuh terasa kaku dan nyeri saat bangun tidur.
Kipas angin tidak hanya menyebarkan udara, tetapi juga debu, serbuk, dan partikel halus lainnya yang tidak terlihat oleh mata. Jika kipas angin digunakan terus-menerus di ruangan yang kotor atau tertutup, maka risiko menghirup partikel berbahaya akan meningkat. Hal ini bisa memperparah kondisi bagi penderita asma, alergi, atau gangguan pernapasan lainnya.
Sirkulasi udara dari kipas angin dapat mengurangi kelembapan kulit. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat kulit menjadi kering, pecah-pecah, bahkan iritasi. Apalagi jika digunakan sepanjang malam saat tidur, kelembapan alami kulit akan terkikis oleh angin yang berhembus terus-menerus ke tubuh.
Saat tidur, suhu tubuh kita cenderung menurun secara alami. Jika ditambah dengan hembusan kipas angin langsung, risiko hipotermia atau penurunan suhu tubuh ekstrem bisa meningkat, terutama jika digunakan dalam ruangan ber-AC atau suhu lingkungan rendah. Gejalanya meliputi menggigil, lemas, detak jantung melambat, hingga kehilangan kesadaran dalam kasus ekstrem.
Banyak orang menganggap kipas angin bisa membantu tidur lebih nyenyak. Padahal, hembusan udara terus-menerus dapat menyebabkan tidur menjadi tidak berkualitas. Tubuh mungkin terasa tidak nyaman, kedinginan, atau justru berkeringat jika kipas mengedarkan udara panas. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari.
Jika kipas angin jarang dibersihkan, maka debu, jamur, bahkan bakteri bisa menumpuk di baling-balingnya. Saat dinyalakan, partikel tersebut tersebar ke seluruh ruangan dan bisa terhirup oleh penghuni rumah. Ini meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, batuk, atau radang tenggorokan.
Meski memiliki potensi bahaya, kipas angin tetap boleh digunakan selama dengan cara yang bijak. Berikut beberapa tips aman:
Jangan arahkan kipas langsung ke tubuh, terutama saat tidur.
Gunakan timer otomatis agar kipas mati setelah beberapa jam.
Bersihkan kipas secara rutin untuk mencegah penumpukan debu.
Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang baik.
Pertimbangkan penggunaan kipas plafon atau kipas yang bisa berputar agar angin tidak terfokus di satu titik. (ra)
15 Jul 2025 10:08 WIB
25 Aug 2025 00:24 WIB
16 Jul 2025 09:15 WIB
22 Aug 2025 07:11 WIB
19 Jul 2025 07:11 WIB
14 Aug 2025 03:11 WIB
26 Aug 2025 02:35 WIB
25 Jul 2025 02:06 WIB