#1

Nggak Banyak Bicara, Tapi Punya Power: Ini Kekuatan Low Profile!
Entertainment | 19 Jul 2025 03:22 WIB
Internasional | 09 Aug 2025 - 09:39
Penulis: MRA
Pemerintah Indonesia menyambut positif penandatanganan dokumen resmi terkait kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai, tercapainya kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk mengakhiri ketegangan yang sempat terjadi antara kedua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arrmanatha “Tata” Nasir, turut mengapresiasi peran Malaysia yang memegang Keketuaan ASEAN tahun ini. Malaysia dinilai berhasil memediasi proses perundingan hingga tercapai kesepakatan damai.
“Kami berharap permasalahan antara Thailand dan Kamboja dapat segera diselesaikan. Kami mendukung langkah-langkah yang diambil Malaysia sebagai Ketua ASEAN,” ujar Tata saat pengarahan media di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Menurut Tata, gencatan senjata ini merupakan langkah konstruktif yang membawa dampak positif, khususnya bagi solidaritas ASEAN. Ia menegaskan, momentum ini penting untuk membangkitkan kembali semangat persatuan dan kerja sama antarnegara anggota ASEAN.
“Terlebih, hari ini adalah ASEAN Day yang ke-58. Kita harus terus menjaga persatuan ASEAN,” tegasnya, mengacu pada peringatan 58 tahun berdirinya ASEAN pada 8 Agustus 2025.
Kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja ditandatangani setelah pertemuan luar biasa Komite Perbatasan Bilateral di Kuala Lumpur, Malaysia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengungkapkan bahwa dokumen tersebut mencakup dua poin penting:
Gencatan senjata antara angkatan bersenjata kedua negara.
Implementasi teknis pelaksanaan gencatan senjata di wilayah perbatasan.
Penandatanganan ini diharapkan menjadi tonggak baru hubungan bilateral Kamboja–Thailand yang sebelumnya memanas akibat sengketa perbatasan.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan stabilitas kawasan Asia Tenggara semakin terjaga, dan semangat persatuan ASEAN dapat terus diperkuat di tengah berbagai tantangan geopolitik global. (ra)
27 Aug 2025 00:12 WIB
22 Jul 2025 07:32 WIB
26 Aug 2025 02:25 WIB
06 Aug 2025 08:26 WIB
12 Jul 2025 08:32 WIB
21 Jul 2025 04:11 WIB
24 Jul 2025 08:11 WIB
13 Aug 2025 09:23 WIB